Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

NAHDLATUL ULAMA, MODERNITAS, DAN AMANAH PENGURUS (Analisis Ilmiah tentang Perubahan Pola Organisasi, Otoritas Keilmuan, dan Perlindungan Umat Awam)

Gambar
  Dr. Agus Salahudin Sekretaris MWCNU Selaawi e mail: mwcnuselaawi @gmail.com   1. Pendahuluan Sejak berdiri pada tahun 1926, Nahdlatul Ulama (NU) dikenal sebagai organisasi keagamaan yang berkhidmah menjaga cara beragama umat Islam Indonesia, terutama kalangan orang awam . NU tidak lahir sebagai gerakan elite intelektual yang hanya berbicara di ruang akademik, tetapi sebagai rumah besar umat yang ingin beragama dengan tenang, mantap, dan tidak saling menyalahkan . Para pendiri NU memiliki kesadaran yang sangat realistis: mayoritas umat Islam tidak memiliki kemampuan ijtihad . Mereka tidak dituntut untuk memahami seluruh detail bahasa Arab, ilmu hadis, atau ushul fikih. Dalam tradisi Islam klasik, kondisi ini sudah lama dijelaskan oleh para ulama besar. Imam Abū Ḥ ā mid al-Ghaz ā l ī menegaskan secara lugas bahwa orang awam memang tidak dibebani tugas menggali hukum sendiri:   وَأَمَّا الْعَامِّيُّ فَلَا مَذْهَبَ لَهُ، وَمَذْهَبُهُ مَذْهَبُ مُفْتِيهِ...