Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Nahdlatul Ulama : Rumah Besar yang Harus Terus Dijaga Kehangatannya (Renungan Panjang Satu Abad Nahdlatul Ulama tentang Pengurus, Jamaah Awam, dan Rasa Memiliki)

Gambar
  Dr. Agus Salahudin Sekretaris MWCNU Selaawi email: mwcnuselaawi@gmail.com   Pendahuluan Seratus tahun adalah usia yang matang. Pada usia seperti ini, seseorang biasanya tidak lagi ingin dipuji, melainkan ingin dipahami. Begitu pula Nahdlatul Ulama . Setelah satu abad berjalan, NU tidak lagi perlu membuktikan kebesarannya dengan suara yang keras. Kebesaran sejati justru tampak ketika ia mampu tetap hangat, tetap membumi, dan tetap dirasakan oleh jamaahnya yang paling sederhana. Al-Qur’an mengingatkan bahwa kematangan sejati tidak diukur dari tampilan luar, tetapi dari ketenangan dan kerendahan hati: وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا “Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah mereka yang berjalan di bumi dengan rendah hati.” (QS. Al-Furqan [25]: 63)   Ayat ini seolah menjadi cermin bagi NU yang telah berjalan jauh. Semakin panjang usia pengabdian, seharusnya semakin lembut langkahnya. Semakin besar jamaahnya, ...