Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

NAHDLATUL ULAMA, MODERNITAS, DAN AMANAH PENGURUS (Analisis Ilmiah tentang Perubahan Pola Organisasi, Otoritas Keilmuan, dan Perlindungan Umat Awam)

Gambar
  Dr. Agus Salahudin Sekretaris MWCNU Selaawi e mail: mwcnuselaawi @gmail.com   1. Pendahuluan Sejak berdiri pada tahun 1926, Nahdlatul Ulama (NU) dikenal sebagai organisasi keagamaan yang berkhidmah menjaga cara beragama umat Islam Indonesia, terutama kalangan orang awam . NU tidak lahir sebagai gerakan elite intelektual yang hanya berbicara di ruang akademik, tetapi sebagai rumah besar umat yang ingin beragama dengan tenang, mantap, dan tidak saling menyalahkan . Para pendiri NU memiliki kesadaran yang sangat realistis: mayoritas umat Islam tidak memiliki kemampuan ijtihad . Mereka tidak dituntut untuk memahami seluruh detail bahasa Arab, ilmu hadis, atau ushul fikih. Dalam tradisi Islam klasik, kondisi ini sudah lama dijelaskan oleh para ulama besar. Imam Abū Ḥ ā mid al-Ghaz ā l ī menegaskan secara lugas bahwa orang awam memang tidak dibebani tugas menggali hukum sendiri:   وَأَمَّا الْعَامِّيُّ فَلَا مَذْهَبَ لَهُ، وَمَذْهَبُهُ مَذْهَبُ مُفْتِيهِ...